Beasiswa Universitas Islam Madinah

Menuntut ilmu agama dari sumbernya adalah sebuah kebutuhan yang semakin mendesak seiring dengan semakin jauhnya umat Islam dari ajaran agama mereka. Kerajaan Saudi Arabia yang dikenal dengan gerakan pemurnian ajaran Islam menjadi tujuan banyak pencari ilmu dari semua penjuru jagat. Keberadaan kota Makkah dan Madinah yang merupakan titik tolak dakwah Islam dan selalu identik dengan ulama juga ikut berperan dalam hal ini. Universitas Islam Madinah (UIM) bisa menjadi salah satu pilihan bagi para pemuda yang haus akan ilmu agama yang murni, juga para orang tua yang memimpikan ada di antara keturunan mereka yang Allah angkat derajatnya dengan ilmu agama. Apalagi, ternyata UIM membuka pintu lebar-lebar bagi para pemuda Islam untuk meraih beasiswa.

Sekilas Tentang Universitas Islam Madinah

Universitas Islam Madinah (al-Jami’ah al-Islamiyyah bil Madinah al-Munawwarah) didirikan pada tanggal 25-3-1381 H (6-9-1961), yaitu pada masa pemerintahan Raja Su’ud bin Abdul Aziz Alu Su’ud.

Rektor pertamanya adalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), kemudian Syaikh Abdul Aziz Bin Baz (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), dan saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-’Uqla. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Catatan Perjalanan Seorang Muslimah

E-book ini membahas seputar pengalaman seorang muslimah yang bernama Rytha Nur’aini (semoga Allah Ta’ala mengistiqomahkannya di manhaj Salaf), dimana beliau sebelumnya berada dikubangan manhaj Tarbiyah. Beliau dengan lugas menjelaskan pengalamannya segala hal yang membuat beliau ‘harus’ hijrah dari manhaj Tarbiyah-nya. Salah satu contoh yang dipaparkan beliau adalah, kebiasaan liqo’ yang menjadi menu rutin wajib di tarbiyah yang didalamnya banyak sekali penyimpangan syar’i yang tidak banyak diketahui oleh jundi-jundi dakwah tarbiyah sendiri. Dan masih banyak lagi pengalaman beliau yang membuat kita yang haus akan air kebenaran untuk segera hijrah ke manhaj Salaf. Untuk itu beliau menulis pengalamannya di e-book ini sebagai nasehat bagi ikhwah lainnya yang masih berada di manhaj Tarbiyah. Untuk mendownload e-book tersebut, silahkan klik di sini.

Sumber: http://azwarrhosyied.wordpress.com

Ditulis pada Kisah, Muslimah | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Kiat-kiat Mengisi Waktu Pagi

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan-tulisan kami sebelumnya mengenai permasalahan tidur pagi.

Setelah kita mengetahui keutamaan waktu pagi, bahaya tidur pagi menurut para ulama, sebab-sebab tidur pagi dan solusinya, dan keutamaan berdagang di pagi hari, saat ini kami akan menyajikan beberapa kiat yang dapat setiap muslim lakukan di waktu pagi. Semua ini bertujuan agar waktu pagi tersebut adalah waktu yang penuh berkah dan bukan waktu yang sia-sia. Hanya Allah-lah yang memberi taufik.

Kiat Pertama: Membaca Al Qur’an dan memahami maknanya

Saudaraku, isilah waktu pagimu dengan membaca Al Qur’an. Waktu pagi adalah waktu masih fit seseorang beraktivitas. Maka bagus sekali jika seseorang memanfaatkannya untuk membaca dan mentadaburi Al Qur’an.

Ingatlah bahwa Al Qur’an nanti bisa memberi syafa’at bagi kita di hari yang penuh kesulitan pada hari kiamat kelak. Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata), “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi  yang membacanya. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.” (HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy Syamilah)

Lebih baik lagi selain membaca kita dapat memahami makna/tafsirnya melalui kitab-kitab tafsir seperti tafsir Ibnu Katsir dan tafsir As Sa’di yang penuh dengan banyak faedah di dalamnya. Keutamaan memahami tafsir Al Qur’an dapat dilihat pada hadits berikut ini. Lanjut membaca

Ditulis pada Akhlaq, Amalan, Sunnah | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Keutamaan Shalat-shalat Sunnah

Sebagaimana telah diketahui dibanyak ayat di dalam Al-Qur`an mengenai kewajiban shalat bagi seorang muslim, dan di dalam banyak hadits mengenai keutamaan shalat dan kedudukannya dalam agama ini. Dalam risalah ringkas ini akan dibahas mengenai keutamaan shalat-shalat sunnah bagi seseorang yang mengerjakannya.

Beberapa keutamaan shalat sunnah bagi tersebut adalah sebagai berikut ini.

Pertama, shalat-shalat sunnah bisa menyempurnakan shalat-shalat wajib yang dikerjakan dengan tidak sempurna, sebab seseorang yang bisa lepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam shalat jumlahnya amat sedikit. Mereka terkadang terlena dan terlupa dalam shalat mereka. Dalam sebuah hadits yang panjang disebutkan, yang artinya sebagai berikut:

“Diriwayatkan dari Tamim ad-Dariy radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu `alaihi wassalam bersabda: Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab kelak di hari kiamat adalah shalat. Jika shalat itu ia kerjakan dengan sempurna, maka Allah akan menulisnya dengan sempurna. Tapi jika belum, Allah berfirman kapada malaikat-Nya, Periksalah, apakah hamba-Ku ini memiliki simpanan shalat sunnah? Jika dia memiliki, maka sempurnakanlah kekurangan shalat fardhunya dengan shalat sunnahnya tersebut. Dan seperti itu juga akan dihisab zakat wajibnya (jika masih kurang maka akan disempurnakan dengan yang sunnah) dan begitu seterusnya dengan amal-amal yang lain.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Jami`us Shagir 2:353). Lanjut membaca

Ditulis pada Sunnah | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Haramnya Musik dan Nyanyian

Para ulama salaf dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama`ah sepakat atas keharaman musik dan nyanyian berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Karena dapat menimbulkan madhorot yang besar padanya, seperti menghalangi untuk mengingat Allah dan berpaling dari kewajiban agama, mengajak kepada perbuatan perzinaan, dan lain sebagainya.

Beberapa dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang menunjukkan haramnya musik adalah sebagai berikut.

Pertama, Allah ta`ala berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الحَدِيْثِ لِيُضِلُّ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

“Diantara manusia (ada) orang-orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan”. (QS. Luqman: 6) Lanjut membaca

Ditulis pada Fitnah, Manhaj | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Kerusakan Televisi

Sesuatu yang hampir tidak kosong dari kebanyakan rumah (kecuali rumah-rumah yang dirahmati oleh Allah) adalah keberadaan televisi di dalamnya. Bagaikan sebuah pisau yang tajam, ia bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat namun juga bisa digunakan untuk membunuh seseorang. Demikianlah permisalan televisi pada asalnya. Televisi tidak bisa dihukumi karena ia sebagai benda (alat). Namun yang harus dicermati adalah acara-acara yang ditayangkan di dalamnya.

Jika dilihat kenyataan pada saat ini, ternyata banyak sekali acara-acara televisi yang merusak dan bahkan sampai pada tingkat keharamannya menurut Syari`at Islam. Diantara bentuk kerusakan yang ditimbulkan dari acara televisi adalah sebagai berikut. Lanjut membaca

Ditulis pada Akhlaq, Fitnah, Manhaj, Tazkiyatun Nufus | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Nasehat di Tengah Malam

Dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha -salah seorang isteri Nabi-, beliau berkata: Suatu malam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun dari tidur -dalam keadaan terkejut- lalu berkata, “Subhanallah! Fitnah apa yang diturunkan pada malam ini, dan perbendaharaan apakah yang sedang dibukakan. Bangunkanlah para wanita yang tinggal di bilik-bilik itu (isteri-isteri beliau) -untuk mendirikan sholat-. Betapa banyak wanita yang berpakaian di dunia namun telanjang di akherat.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [1/255])

Hadits yang mulia ini banyak mengandung pelajaran, di antaranya:

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud larangan berbicara (ngobrol) selepas sholat Isyak -sebagaimana dalam hadits lainnya- adalah pembicaraan yang tidak dalam kebaikan. Dan hadits ini juga menunjukkan bolehnya melakukan ta’lim (pelajaran/kajian) atau mau’izhah (nasehat) di waktu malam (lihat Fath al-Bari [1/255]). Oleh sebab itu suatu ketika Umar bersama dengan Abu Musa al-Asy’ari pernah berbincang-bincang seputar permasalahan agama hingga larut malam, sehingga Abu Musa mengatakan, “Ini adalah saat sholat malam.” Maka Umar pun menjawab, “Sesungguhnya kita juga sedang sholat.” (dinukil dari Fath al-Bari [1/259])

  2. Hadits ini menunjukkan bolehnya mengucapkan ‘Subhanallah’ ketika merasa heran/takjub kepada sesuatu, entah sesuatu yang diherankan itu dominan membawa dampak buruk (semacam fitnah) ataupun yang tidak selalu memberikan dampak buruk (semacam perbendaharaan/harta) (lihat Fath al-Bari [1/256], lihat juga Shahih Bukhari, Kitab al-Adab, hal. 1272) Lanjut membaca

Ditulis pada Akhlaq, Hadits, Manhaj | Di-tag , | 2 Komentar